Mengalahkan Diri Sendiri

Dalam hidup ini, bahagia tidaknya kita, kita sendiri yang akan menentukan.
Hanya karena kebodohan, kita dibayangi oleh rasa kekhawatiran dan rasa takut
yang sebenarnya tidak perlu ada.

Berhati lurus adalah menjaga hati dan pikiran agar tidak mudah goyah oleh
godaan. Bagi yang berkepribadian lemah dan berjiwa rapuh akan mudah tergoda
pada kesenangan duniawi.

Mata kita hanya melihat benda-benda yang indah, telinga kita hanya akan
mendengar suara yang merdu, dan lidah hanya mau mencicipi makanan yang
lezat. Tubuh menjadi manja, dan pikiran mengembara ke mana-mana tanpa dapat
dikendalikan.

Orang bijak mengatakan bahwa perang yang tidak ada habisnya adalah perang
melawan diri sendiri. Musuh yang paling sulit ditaklukkan adalah diri
sendiri.

Hati yang bercabang ibarat kuda yang lepas dari kendali.

Karena itu kita harus menjaga keseimbangan hati dan pikiran kita.
Hindari pikiran yang menyesatkan, karena nantinya akan menimbulkan
malapetaka bagi diri sendiri.

Bila kita ingin menuai benih kebahagiaan, taburlah benih kebaikan.
Kita mulai dengan menanam bibit-bibit kebaikan, mencabut rumput-rumput
ketamakan, kebencian, iri hati, mengairinya dengan ketabahan dan kemurahan
hati, serta menyuburkannya dengan memberi pupuk perilaku yang berbudi.

Dengan begitu, sudah sepantasnya kita menikmati hasil panen yang memuaskan.

Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat
suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan
bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.

CARA HALUS BILANG TIDAK

Bagi Mary Kay Ash, pengusaha di bisnis kosmetik, manajemen waktu sudah lama jadi perhatian utamanya. Ia sadar, telepon merupakan sarana penting untuk mencapai sukses. Sayang, juga memboroskan banyak waktu. Sebagai orang sibuk, tak jarang dering telepon dari teman bisa menjadi masalah.

Maka setiap kali teman menelepon dan bertanya, "Punya waktu sebentar?", jawaban Mary bukan "Maaf, saya sedang sibuk". Rupanya ia sudah mempunyai kiat tersendiri. Sengaja dibelinya bel pintu, yang dibunyikannya saat obrolan sudah melantur berlarut-larut. Kebetulan juga ia memelihara anjing yang menyalak setiap kali bel berdering. Maka ia lantas bisa berkata dengan enak, "Maaf, ada bel." Cara ini akan sukses mengakhiri obrolan tak menentu tanpa menimbulkan rasa sakit hati.

Umumnya kita memang sulit mengatakan "tidak". Seperti halnya Mary Kay Ash, kita tak ingin menyinggung perasaan atau mengecewakan orang lain. Sepanjang permintaan bicara itu penting, okelah. Tapi bila kita sedang tidak siap atau sedang tak berselera ngobrol, justru perasaan kita sendiri yang bisa tersiksa.

Sungguh keliru berkata "ya", kalau sesungguhnya kita ingin berkata "tidak". Demikian pendapat terapis Herbert Fensterheim, Ph.D., pengarang Don't Say Yes When You Want to Say No.

Bahkan ia yakin ketidaksanggupan berkata "tidak" bisa menimbulkan konsekuensi negatif. Pertama, kita akan terbawa dalam kegiatan yang kita sendiri tidak sreg untuk melakukannya. Membiarkan orang lain ngerecoki, bisa menciptakan kekesalan dalam diri. Kedua, menyebabkan kita kurang komunikatif dengan orang lain. Adakalanya secara tegas mengatakan "tidak" bisa berarti amat menghemat waktu, di samping memelihara ketenangan diri. Ternyata mengatakan "tidak" terhadap permintaan atau ajakan, asalkan dengan cara yang halus, dinilai cukup bijaksana.


Berikut ini beberapa cara bijak untuk mengatakan "tidak":

1. Sertakan pujian saat berkata "tidak". Delores, guru besar Universitas East Coast di AS, punya jurus jitu menolak. Ia melunakkan penolakannya dengan pujian. Saat diminta menjadi dewan pengurus suatu organisasi, ia berkata, "Saya senang Anda memperhatikan saya. Saya memang penggemar berat organisasi Anda, sayang sekali jadwal saya tak memungkinkan menerima tawaran ini." Begitu pula kita. Saat diajak makan siang, kita bisa menjawab, "Saya senang diajak makan siang, tapi sayang banyak tugas yang tak bisa dielakkan." Atau, saat diundang ke pesta, kita berkata, "Sangat senang saya diundang ke rumah Anda. Bisa bertemu keluarga dan teman-teman Anda. Tapi maaf saya tidak dapat hadir saat ini."


2. Menolak secara tegas dan meyakinkan. "Saya hargai Anda telah mengantar koran setiap hari, tetapi kali ini saya terpaksa tidak membacanya." Ini contoh penolakan halus. Menyusun jawaban menolak secara meyakinkan memungkinkan kita tetap bisa menjaga hubungan/persabahatan, sekaligus menghindari rasa sakit hati. Jawaban tegas lain, "Tawarannya sangat bagus, tetapi maaf sekali kami tidak mungkin menerimanya saat ini." "Gagasan bagus (atau produk yang bagus), tapi belum kami perlukan saat ini."


3. Menawarkan kompromi. Karena tak mungkin menampung semua permintaan, perlu dipertimbangkan tanggapan secara tegas dan meyakinkan. Dalam buku Your Perfect Right: A Guide to Assertive Living , Robert E. Alberti, Ph. D., dan Michael L. Emmons, Ph. D., memberikan contoh ini, "Ibu mertua menelepon untuk mengabarkan rencananya mengunjungi Anda selama tiga minggu."

Pengarang buku itu mencatat tiga kemungkinan jawaban Anda:

a. Anda berpikir, "Aduh, celaka!", tapi berkata, "Kami senang Ibu akan berkunjung. Tinggallah selama Ibu suka."

b. Anda pura-pura berterus terang dengan mengatakan bahwa anak-anak sedang pilek, atau Anda pas ke luar kota saat dia berkunjungan.

c. Anda dapat menolak, tetapi dengan nada kompromistis, "Kami senang Ibu akan datang, tapi kalau tidak terlalu lama, barangkali akan lebih menyenangkan. Kita malah akan lebih cepat ingin bertemu lagi. Masalahnya, anak-anak banyak kegiatan sekolah, atau, kami banyak kegiatan lingkungan yang menyita waktu sepulang bekerja."


4. Berlatih layaknya tokoh masyarakat. Mereka umumnya berlatih agar mampu menyampaikan tanggapan dengan percaya diri dan meyakinkan saat berhadapan dengan wartawan. Prinsip yang sama juga berlaku bagi Anda untuk menyatakan "tidak". Praktikkan dan berlatihlah di dalam hati atau langsung di hadapan anggota keluarga atau teman

.

5. Minta waktu. Dengan maksud menolak, kita bisa menjawab, "Coba saya pikirkan dulu"; "Bagaimana kalau saya membicarakannya dengan suami/istri, keluarga, dsb.?"; "Saya akan periksa agenda dulu"; "Sekarang saya sungguh belum ada waktu. Bagaimana kalau saya minta waktu 1 - 2 hari lagi untuk menanggapi?"

Siasat itu memberikan tiga keuntungan. Pertama, kita punya waktu untuk membuat alasan yang bisa diterima. Kedua, masih ada kesempatan bagi kita untuk mempertimbangkan lagi permintaan itu. Ketiga, kita membuat senang orang lain dengan sikap seolah-olah menerima permintaan itu secara serius.


6. Jawaban singkat dan to the point. Bulatkan pikiran dan katakan secara terus terang penolakan itu. Contoh, "Maaf, saya tak bisa duduk dalam kepengurusan yayasan ini." Singkat dan to the point. Penjelasan panjang lebar, kenapa tidak dapat atau tidak setuju, justru memungkinkan orang mengejar alasan-alasan kita. Sebuah contoh dialami Louise. Ia pernah gagal menolak, karena menyampaikan banyak alasan kenapa tak mau duduk dalam kepengurusan yayasan penyelenggara pendidikan pra-sekolah, tempat anaknya (4 tahun) menjalani pendidikan.

"Saya menjelaskan bahwa pengurus rapat setiap minggu dan saya tak punya waktu senggang. Saya juga tidak mempunyai sarana trasportasi malam hari. Saya malah tersudut ketika mereka menanggapi, 'Anda tidak harus datang setiap minggu, cukup dua minggu sekali. Jangan cemas soal angkutan, akan ada anggota pengurus yang menjemput.'" Jadi, jawaban terbaik adalah singkat dan sederhana, "Maaf, tidak, saya tidak dapat duduk dalam kepengurusan yayasan!"


7. Katakan "tidak". Cara terbaik untuk menolak adalah dengan berkata "tidak". Jangan takut berkata "tidak". Jika kita menyanggupi semua permintaan orang lain, dari duduk dalam kepengurusan atau kepanitiaan, menghadiri makan siang dan makan malam, dst. jelas kita tidak akan punya waktu untuk mengerjakan hal lain. Ikut berperan serta itu baik, sepanjang ada waktu. Bagaimana mungkin kita dapat mengelola waktu, jika waktu itu sudah kita berikan kepada setiap orang?

Begitu kita terbiasa berkata "tidak", kita pun akan merasakan keuntungannya. Harga diri semakin kuat, rasa gelisah dan depresi berkurang, dan kita pun semakin profesional

Yang menyedihkan, menyakitkan & mengecewakan!

Yang menyedihkan, menyakitkan & mengecewakan!


Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padamu .... Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya .... Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya ...

Hal yang sangat menyakitkan adalah saat kau mengirimkan e-mail pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya ... Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mailmu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya ... Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura2 tidak melihatmu ... Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintamu ... Saat dia yang kau sayangi tiba2 mengirimkan kartu undangan pernikahannya .... Hal yang sangat mengecewakan adalah kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan ... Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu ... Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu ...

Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu ??? Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu .... Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati janjinya padamu atau dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan .... sebenarnya dia telah mengajarimu agar kau tidak berprilaku seperti dia ....

Saat temanmu menghapus e-mail yang kau kirim sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura2 tidak melihatmu ..... sebenarnya dia telah mengajarkanmu agar tidak berprasangka buruk & selalu berpikiran positif bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail yang kau kirim .... atau mungkin saja dia tidak melihatmu ....

Dan saat dia tidak menjawab e-mailmu .... sebenarnya dia telah mengajarkanmu untuk menjawab e-mail temanmu yang membutuhkan jawaban walaupun kau sedang sibuk dan jika kau tidak bisa menjawabnya katakan kalau kau belum bisa menjawabnya jangan biarkan e-mailnya tanpa jawaban karena mungkin dia sedang menunggu jawabanmu ....

Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintaimu atau dia yang kau sayangi tiba2 mengirimkan kartu undangan pernikahannya .... sebenarnya sedang mengajarimu untuk ridha menerima takdirNya ....

Saat kau bersikap ramah tapi dia terkadang bersikap sinis padamu .... sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk selalu bersikap ramah pada siapapun ....

Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu ... sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menjadi seorang teman yang bisa diajak berbagi cerita, mau mendengarkan keluhan temanmu dan membantunya ....

Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang dalam kesulitan .... sebenarnya juga telah mengajarimu untuk menjadi orang yang arif & santun, kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan ....

Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dengan orang2 yang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak mengenakkan ...

Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan/dicuekin, tidak dihargai, atau bahkan mungkin dicaci dan dihina ... Sebenarnya orang2 tsb. sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati & jiwa, melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berprilaku seperti itu ...

Mungkin Tuhan menginginkan kau bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu ...


Makna Waktu

Makna Waktu


  1. Untuk memahami makna SATU TAHUN "tanyalah pada siswea yang gagal ujian kenaikan kelas"
  2. Untuk memahami makna SATU BULAN "Tanyalah seorang ibu yang melahirkan bayi prematur"
  3. Untuk memahami makna SATU MINGGU "Tanyalah seorang editor majalah mingguan"
  4. Untuk memahami makna SATU HARI "Tanyalah seorang pekerja dengan gaji harian"
  5. Untuk memahami makna SATU JAM "Tanyalah seorang gadis yang sedang menunggu kekasihnya"
  6. Untuk memahami makna SATU MENIT "Tanyalah seseorang yang ketinggalan kereta"
  7. Untuk memahami makna SATU DETIK "Tanyalah seseorang yang selamat dari kecelakaan"
  8. Untuk memahami makna SATU MILI DETIK "Tanyalah seorang pelari yang meraih medali perak Olimpiad"

"Dan akhirnya, sadarkah Anda bahwa waktu terus berlalu ?"